Tampilkan postingan dengan label TOKOH DUNIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOKOH DUNIA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2009

R.A Kartini


Raden Ajeng Kartini lahir pada tahun 1879 di kota Rembang. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).

Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.

Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang artinya Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini. Dalam bahasa Inggris, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan oleh Agnes L. Symmers.

Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Saat ini mudah-mudahan di Indonesia akan terlahir kembali Kartini-kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak, khususnya di Indonesia.

Charlie Chaplin


Charles Spencer Chaplin lahir pada tanggal 16 April 1889 di Walworth, London. Masa kecilnya mirip dengan cerita-cerita novel karangan Charles Dickens, hidup dalam kemiskinan bersama dengan kakaknya, Sydney. Kedua orang tuanya adalah musisi music hall. Mereka bercerai ketika Charlie masih sangat muda. Ibunya mengalami gangguan mental dan dimasukkan kedalam rumah sakit jiwa. Walaupun ayahnya adalah musisi yang cukup terkenal pada masa itu, ibunyalah yang menjadi idola Charlie Chaplin. Pada masa kecilnya, Chaplin sering mengunjungi ibunya di belakang panggung ketika ibunya sedang mengadakan pertunjukan. Pengalaman inilah yang membuatnya memutuskan untuk menjadi seorang artis juga. Untuk mencapai cita-citanya itu, ia bergabung dengan kelompok tari The Eight Lancashire Lads. Ia kemudian mendapat peran dalam pertunjukan Sherlock Holmes dan Casey's Court Circus.

Sementara itu Abangnya, Sydney, telah bergabung dengan kelompok Fred Karno Company yang cukup terkenal dan dengan cepat menjadi aktor utama dan juga penulis cerita. Ia berhasil mengajak Charlie untuk bergabung dan ia juga menjadi bintang dalam kelompok tersebut. Bagi kedua anak ini kelompok Fred Karno Company adalah sekolah tinggi ilmu komedi. Periode ini memiliki dampak yang besar bagi perkembangan karir Charlie Chaplin di masa yang akan datang. Pada tahun 1910 Charlie bersama dengan Fred Karno Company mengadakan pertunjukan keliling Amerika Serikat dan melakukannya lagi pada tahun 1912.

Pada kali yang kedua inilah ia ditemukan oleh pencari bakat Mack Sennett, pemilik Keystone Film Company. Oleh perusahaan ini, Charlie Chaplin diperkenalkan dengan dunia perfilman. Film pertamanya berjudul Making A Living, pada tahun 1914, disutradarai oleh Henry Lehrman. Charlie banyak membintangi film-film produksi Keystone bersama dengan Mabel Normand, yang juga menyutradarai tiga buah filmnya. Pada film Twenty Minutes of Love ia menyutradarai sendiri film-filmnya. Mulai saat itu ia selalu menyutradarai sendiri film-film berikutnya.

Ketenaran membuatnya dapat berpindah-pindah dari satu perusahaan film ke perusahaan film lainnya yang memberikan kontrak yang lebih baik. Pada tahun 1915, setelah membuat 35 film, ia pindah ke Essanay. Disinilah ia memantapkan karirnya bersama dengan artis yang paling lama menjadi aktris utama dalam film-filmnya, yaitu Edna Purviance. Banyak film-film menonjol yang dibuat pada masa ini, termasuk The Champion, The Tramp, dan The Bank.

Pada tahun 1916 ia pindah lagi ke Lone Star Mutual dan mendapat kontrol yang lebih baik dan juga bayaran yang lebih tinggi. Disini ia membuat film komedi pendek yang kemudian dikenal sebagai keistimewaannya, The Rink, Easy Street, The Cure, dan The Immigrant, kemudian dilanjutkan dengan First National. Di sinilah ia membuat film panjang yang menjadi masterpiece-nya, The Kid. Beberapa film komedi yang lebih pendek yang cukup menonjol adalah produksi berikutnya, termasuk Sunnyside dan The Idle Class.

Bersama-sama dengan teman-teman baiknya, seperti Douglas Fairbanks, Mary Pickford, dan D.W. Griffith, Chaplin membentuk United Artists pada 1919. Film pertama yang ia buat untuk perusahaan ini dibuat tahun 1923, A Woman of Paris yang dibintangi Edna Purviance. Mungkin film ini kurang dikenal tetapi setelah film ini dibuatlah film-film yang kemudian dikenal sebagai Charlie Chaplin Classics, yaitu The Gold Rush, The Circus, City Lights, dan Modern Times. Pada tahun 1940, Chaplin membuat film bersuara pertamanya, The Great Dictator, yang dilanjutkan dengan Monsieur Verdoux, dan Limelight, sebuah film yang menggambarkan kenangan masa kecilnya di dunia music hall. Limlight (1952) adalah film terakhirnya di Amerika. Manuver politik McCarthy berhasil mengeluarkannya dari Amerika dan tidak kembali lagi hingga tahun 1972 untuk menerima piala Academy Award (Oscar) khusus untuk pengabdiannya pada dunia film.

Selama itu, walaupun diterima dengan baik di Inggris, ia tinggal Switzerland bersama istrinya, Oona O' Neill, dan anak-anaknya. Ia membuat dua buah film lagi, A King In New York (1957 bersama Dawn Addams) dan A Countess From Hong Kong (1967 dengan Sophia Loren dan Marlon Brando). Ia menghabiskan sisa hidupnya membuat musik untuk film-filmnya dan menikmati hidup bersama keluarganya sebelum meninggal pada pukul 4 pagi di hari Natal tahun 1977.

Albert Einstein Raksasa ilmiah abad 20


Ilmuwan Fisika yang terkenal karena "Teori Relativitasnya" menyempurnakan teori "Gaya Tarik" Newton yang telah berlangsung ratusan tahun, sehingga dia dijuluki "Copernicus abad 20".
Tahun 1919, ketika para astronom Inggris mengamati gerhana matahari total, telah membuktikan kebenaran teori relativitas Einstein.
Hal ini membuat dunia heboh. Namun, sebagai orang Yahudi, ia malah tinggal di Jerman, negara yang paling kejam menyiksa bangsa Yahudi. Dengan keberhasilan dan nama besar yang disangganya, dia membantu bangsanya melaksanakan gerakan pembangunan kembali negara tercinta.
Tahun 1919, ketika para astronom Inggris mengamati gerhana matahari total, telah membuktikan kebenaran teori relativitas Einstein.
Hal ini membuat dunia heboh. Namun, sebagai orang Yahudi, ia malah tinggal di Jerman, negara yang paling kejam menyiksa bangsa Yahudi. Dengan keberhasilan dan nama besar yang disangganya, dia membantu bangsanya melaksanakan gerakan pembangunan kembali negara tercinta.

Riwayat Hidup
14 Maret 1879
lahir di kota Ulm, Jerman.
1880 (1 th)
seluruh keluarga pindah ke Munich.
1885 (6 th)
Mengenyam pendidikan di sekolah katolik.
1889 (10 th)
Melanjutkan sekolah menengah di kota Luitpold.
1894 (15 th)
Seluruh keluarga pindah ke Italia
1895 (16 th)
Maret, berhenti dari sekolah menengah, pulang ke Milan. Melepaskan warga negara Jerman.
Oktober, masuk sekolah menengah Aargau, Swiss.
1896 (17 th)
Oktober, melanjutkan di Institut Politeknik, Swiss.
1901 (22 th)
Memperoleh hak warga Swiss.
Menggantikan guru tetap, kemudian jadi pembimbing anak-anak asrama.
1902 (23 th)
Bekerja di kantor paten Bern, Swiss.
1903 (24 th)
Menikah dengan Mileva Mervick.
1905 (26 th)
Memperoleh gelar doktor dari Universitas Zurich.
Mengumumkan Teori Relativitas yang berisi lima buah artikel.
1907 (28 th)
Mengumumkan karya tulisan eksistensi foton atau partikel cahaya.
1911 (32 th)
Mengumumkan teori gaya tarik akan mengakibatkan cahaya membelok.
1912 (33 th)
Menjadi dosen tetap di Universitas Politeknik, Swiss.
1913 (34 th)
Mengumumkan dasar teori gaya berat.
Diangkat menjadi Maha Guru di Universitas Berlin Menjadi Direktur Lembaga Fisika "Kaisar Wilhelm" serta menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia. Mengurus perceraian dengan Mileva, sendirian berangkat ke Berlin. Memperoleh kewarganegaraan Jerman.
1916 (37 th)
Menyelesaikan "Teori Relativitas".
1919 (40 th)
Setelah resmi bercerai dengan Mileva, menikahi adik sepupunya, Elsa. Tim pengamat Gerhana Matahari Total Inggris menyatakan kebenaran "Teori Relativitas" Einstein.
1920 (41 th)
Resmi mengajukan minat menjadi warga negara Jerman.
1921 (42 th)
Diangkat menjadi ketua "Lembaga Persatuan Ilmiah Internasional". Ke Amerika bersama Weizman, kampanye mengumpulkan dana demi bangsa Yahudi. Dalam perjalanan pulang, ia mengunjungi Inggris.
1922 (43 th)
Maret, mengunjungi Preancis.
Akhir tahun 1923, mengunjumhi Cina, Jepang, dan Palestina. Dalam perjalanan ia mendapat kabar sebagai pemenang hadiah Nobel dalam bidang Fisika.
1926 (47 th)
Mengikuti gerakan Internasional Anti Penjajah.
1929 (50 th)
Mengumumkan "Teori Khusus Relativitas".
1930 (51 th)
Tahun 1932, sebagai dosen sementara di Universitas California.
1933 (54 th)
Melapaskan kewarganegaraan Jerman. Semua harta benda dirampas pemerintah Nazi. Bulan September ke Princetown, Amerika, bekerja di Lembaga Studi Lanjutan Tinggi.
1936 (57 th)
Istri yang kedua, Elsa meninggal karena sakit.
1939 (60 th)
Agustus, menulis surat pada Presiden Roosevelt mengenai bom atom.
1940 (61 th)
Memeperoleh kewarganegaraan Amerika.
1946 (67 th)
Menjadi Ketua Lembaga Ilmuwan Bom Atom.
1950 (71 th)
Mengatakan posisinya yang anti bom.
1952 (73 th)
Menolak menjadi Presiden Israel.
1955 (76 th)
18 April, Einstein meninggal akibat sakit jantung.

Laksamana Cheng Ho


Cheng Ho, adalah seorang pelaut dan penjelajah Cina terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara tahun 1405 hingga 1433.

Biografi

Cheng Ho adalah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan kaisar Cina Yongle (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Nama aslinya adalah Ma He, juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao, berasal dari provinsi Yunnan. Ketika pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan kemudian dijadikan kasim. Ia adalah seorang bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, namun beragama Islam.

Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15. Saat itu, seorang putri Cina, Hang Li Po (atau Hang Liu), dikirim oleh kaisar Cina untuk menikahi Raja Malaka (Sultan Mansur Shah).

Pada tahun 1424, kaisar Yongle wafat. Penggantinya, Kaisar Hongxi (berkuasa tahun 1424-1425, memutuskan untuk mengurangi pengaruh kasim di lingkungan kerajaan. Cheng Ho melakukan satu ekspedisi lagi pada masa kekuasaan Kaisar Xuande (berkuasa 1426-1435).

Penjelajahan

Cheng Ho melakukan ekspedisi ke berbagai daerah di Asia dan Afrika, antara lain: Asia Tenggara, Sumatra, Jawa, Srilangka, India, Persia, Teluk Persia, Arab, Laut Merah, ke utara hingga Mesir, Afrika, ke selatan hingga Selat Mozambik.

Cheng Ho melakukan ekspedisi paling sedikit tujuh kali dengan menggunakan kapal armadanya. Armada ini terdiri dari 30000 orang dan tujuh kapal. Dalam ekspedisi ini, Cheng Ho membawa balik berbagai penghargaan dan utusan lebih dari 30 kerajaan - termasuk Raja Alagonakkara dari Srilangka, yang datang ke Cina untuk meminta maaf kepada raja Cina. Majalah Life menempatkan Cheng Ho sebagai nomor 14 orang terpenting dalam milenium terakhir.

Perjalanan Cheng Ho ini menghasilkan Peta Navigasi Cheng Ho yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Dalam buku ini terdapat 24 peta navigasi mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan.

Cheng Ho mengunjungi kepulauan di Indonesia selama tujuh kali. Ketika ke Samudera Pasai, ia memberi lonceng raksasa Cakrado kepada Sultan Aceh, yang kini tersimpan di museum Banda Aceh.

Tahun 1415, Cheng Ho berlabuh di Muara Jati (Cirebon), dan menghadiahi beberapa cindera mata khas Tiongkok kepada Sultan Cirebon. Salah satu peninggalannya, sebuah piring yang bertuliskan ayat Kursi masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Pernah dalam perjalanannya melalui Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua dalam armada Cheng Ho) sakit keras. Wang akhirnya turun di pantai Simongan, Semarang, dan menetap di sana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu) serta patung yang disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong. Cheng Ho juga sempat berkunjung ke Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan raja Wikramawardhana. Cheng Ho sewaktu berkunjung ke Semarang, membuat Vihara Sam Poo Kong yang sangat terkenal itu.

Sang filosof : Socrates


Socrates (470 SM - 399 SM) adalah filsuf dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur tradisi filosofis Barat yang paling penting. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah yang mengajar Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles.

Pengajaran

Socrates diperkirakan berprofesi sebagai seorang ahli bangunan (stone mason) untuk mencukupi hidupnya. Penampilan fisiknya pendek dan tidak tampan, akan tetapi karena pesona, karakter dan kepandaiannya ia dapat membuat para aristokrat muda Athena saat itu untuk membentuk kelompok yang belajar kepadanya.

Metode pembelajaran Socrates bukanlah dengan cara menjelaskan, melainkan dengan cara mengajukan pertanyaan, menunjukkan kesalahan logika dari jawaban, serta dengan menanyakan lebih jauh lagi, sehingga para siswanya terlatih untuk mampu memperjelas ide-ide mereka sendiri dan dapat mendefinisikan konsep-konsep yang mereka maksud dengan mendetail. Socrates sediri tidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Kebanyakan yang kita ketahui mengenai buah pikiran Socrates berasal dari catatan oleh Plato, Xenophone (430-357) SM, dan siswa-siswa lainnya.

Filosofi

Salah satu catatan Plato yang terkenal adalah Dialogue, yang isinya berupa percakapan antara dua orang pria tentang berbagai topik filsafat. Socrates percaya bahwa manusia ada untuk suatu tujuan, dan bahwa salah dan benar memainkan peranan yang penting dalam mendefinisikan hubungan seseorang dengan lingkungan dan sesamanya. Sebagai seorang pengajar, Socrates dikenang karena keahliannya dalam berbicara dan kepandaian pemikirannya. Socrates percaya bahwa kebaikan berasal dari pengetahuan diri, dan bahwa manusia pada dasarnya adalah jujur, dan bahwa kejahatan merupakan suatu upaya akibat salah pengarahan yang membebani kondisi seseorang. Pepatahnya yang terkenal: "Kenalilah dirimu".

Socrates percaya bahwa pemerintahan yang ideal harus melibatkan orang-orang yang bijak, yang dipersiapkan dengan baik, dan mengatur kebaikan-kebaikan untuk masyarakat. Ia juga dikenang karena menjelaskan gagasan sistematis bagi pembelajaran mengenai keseimbangan alami lingkungan, yang kemudian akan mengarah pada perkembangan metode ilmu pengetahuan.

Kematian

Socrates percaya akan gagasan mengenai gaya tunggal dan transenden yang ada di balik pergerakan alam ini. Dengan demikian, Socrates memiliki pandangan yang bertentangan dengan kepercayaan umum masyarakat Yunani saat itu, yaitu kepercayaan pada kuil (oracle) dari dewa-dewa.

Pandangan yang ia bawa tersebut akhirnya membuatnya dipenjara dengan tuduhan merusak ahlak pemuda-pemuda Athena. Pengadilan dan cobaan yang dialaminya digambarkan dalam catatan Apology oleh Plato, sedangkan serangkaian percakapannya dengan para siswanya ketika ia dipenjara digambarkan dalam Phaedo, juga oleh Plato. Bagaimanapun, Socrates dinyatakan bersalah dan ia ditawarkan untuk bunuh diri dengan meminum racun. Penawaran tersebut diterimanya dengan tenang, meskipun para siswanya telah berulangkali membujuknya untuk melarikan diri. Menurut Phaedo, Socrates meninggal dengan tenang dengan dikelilingi oleh kawan-kawan dan siswanya.

Pengaruh

Sumbangsih Socrates yang terpenting bagi pemikiran Barat adalah metode penyelidikannya, yang dikenal sebagai metode elenchos, yang banyak diterapkan untuk menguji konsep moral yang pokok. Karena itu, Socrates dikenal sebagai bapak dan sumber etika atau filsafat moral, dan juga filsafat secara umum

Pelajaran dari Socrates

Beberapa murid dari filosof barat kuno Socrates pernah meminta pendapat Socrates tentang hakekat kehidupan manusia.

Socrates membawa mereka ke pinggir sebuah hutan buah, berpesan kepada mereka, “Kalian masing-masing berjalanlah menelusuri barisan pohon-pohon buah ini, berjalan dari ujung yang satu ke ujung yang lainnya, setiap orang boleh memetik satu buah yang kalian anggap paling besar dan yang paling baik. Tidak boleh berjalan balik kembali, dan tidak boleh melakukan pilihan yang kedua kali.”

Para murid melakukan permintaan Socrates. Mereka berangkat ke hutan buah itu, mereka dengan sangat serius melakukan seleksi. Ketika mereka tiba di ujung hutan buah, sang guru sudah menantikan kedatangan mereka di sana.

Socrates bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah kalian sudah mendapatkan buah yang kalian anggap paling memuaskan?”

Ada salah satu muridnya menjawab, “Guru, ijinkanlah saya memilih sekali lagi. Tadi sewaktu saya masuk ke dalam hutan segera melihat buah yang sangat besar dan bagus. Akan tetapi saya tidak memetik buah itu karena saya takut di depan sana masih ada buah yang lebih besar dan lebih bagus. Ketika saya berjalan hingga ke ujung hutan, saya baru menyadari bahwa buah yang pertama kali saya jumpai itu adalah yang paling besar dan bagus.”

Murid-murid yang lain juga mohon untuk diijinkan memilih satu kali lagi. Dengan menggeleng-gelengkan kepala Socrates berkata, “Anak-anak sekalian, memang demikianlah kehidupan ini, tidak ada kesempatan untuk memilih yang kedua kalinya.”

Di dalam perjalanan hidup ini, kesempatan yang diberikan kepada setiap orang boleh dikatakan adalah sama rata. Ada orang yang bisa langsung meraih dan memegang erat kesempatan yang ada, tetapi ada juga banyak orang yang menyesal telah kehilangan atau telah melepaskan kesempatan baik. Diantara mereka yang menyesal kehilangan kesempatan baik, ada sebagian orang yang bersikap bimbang dan tidak tegas, ada juga sebagian orang yang berambisi terlalu besar.

Dari sini dapat kita lihat, menjadi orang seharusnya dapat melepas dan memandang hambar keinginan diri, menyayangi setiap kesempatan dan nasib dalam kehidupan ini.

Tujuan yang sudah dipastikan seharusnya direali-sasikan dengan sungguh-sungguh dan mantap, tidak gila pada kekayaan dan pangkat, hanya berusaha dalam kehidupan ini, tetapi tanpa adanya penyesalan dan sakit hati.

Dapat menyayangi kesempatan dan nasib berarti dapat bertanggung jawab kepada jiwa kita sendiri, karena banyak sekali kesempatan emas di dunia ini, yang tidak akan memberikan kepada kita kesempatan untuk memilih yang kedua kalinya.

Archimedes, ilmuwan matematika


Yang namanya ilmuwan itu tentu pintar. Kalau tidak, tentu tidak disebut ilmuwan? Tetapi Archimedes, menurut ukuran dunia lama, bukan pintar sekedar pintar tetapi paling pintar di bidangnya, bidang matematika. Dia kadangkala dianggap penemu prinsip pengungkit dan konsep gaya berat tertentu.

Tetapi nyatanya pengungkit itu sudah dikenal dan digunakan orang berabad sebelum ada Archimedes. Tampaknya dia orang pertama yang jelas menerangkan formula hal-ihwal pengungkit meskipun insinyur-insinyur mesin sudah berulang kali dan mampu menggunakan pengungkit jauh sebelum Archimedes. Konsep tentang kepadatan (berat per volume unit) dari sesuatu benda sebagai lawan berat keseluruhan sesuatu obyek tampaknya sudah diketahui sebelum Archimedes dan mahkota (cerita tentang dia melompat dari tempat mandinya dan berlari-lari sepanjang jalan sambil teriak "Eureka"), apa yang ditemukan Archimedes bukanlah barang baru melainkan sekedar pemakaian terang-terangan dari konsep yang sudah dikenal terhadap sesuatu masalah spesifik.

Selaku matematikus, tak syak lagi Archimedes memang terkemuka. Buktinya, dia hampir sampai pada memformulasikan "kalkulus integral," lebih dari delapan belas abad sebelum Isaac Newton berhasil melaksanakannya. Malangnya, sistem yang mudah untuk melukiskan lambang-lambang jumlah masih kurang di masa Archimedes. Begitu pula malangnya, tak ada pelanjut-pelanjutnya yang cukup bermutu selaku matematikus. Akibatnya, kebrilianan pandangan matematika Archimedes menjadi semakin berkurang daya cekamnya seperti sebelumnya. Karena itu tampak jelas sekali, betapa pun mengagumkan bakat Archimedes, pengaruh riilnya tidak cukup besar untuk meyakinkan dia bisa dimasukkan ke dalam barisan daftar yang seratus.

Archimedes dari Syracusa (sekitar 287 SM - 212 SM) Ia belajar di kota Alexandria, Mesir. Pada waktu itu yang menjadi raja di Sirakusa adalah Hieron II, sahabat Archimedes. Archimedes sendiri adalah seorang matematikawan, astronom, filsuf, fisikawan, dan insinyur berbangsa Yunani. Ia dibunuh oleh seorang prajurit Romawi pada penjarahan kota Syracusa, meskipun ada perintah dari jendral Romawi, Marcellus bahwa ia tak boleh dilukai. Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sejarah, mungkin bersama-sama Newton dan Gauss.

Penemuan lainnya

Pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, "Eureka! Eureka!" yang artinya "sudah kutemukan! sudah kutemukan!" Lalu ia membuat hukum Archimedes.

Dengan itu ia membuktikan bahwa mahkota raja dicampuri dengan perak. Dan tukang yang membuatnya dihukum mati. Penemuan yang lain adalah tentang prinsip matematis tuas, sistem katrol yang didemonstrasikannya dengan menarik sebuah kapal sendirian saja. Ulir penak, yaitu rancangan model planetarium yang dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planet-planet, dan kemungkinan konstelasi di langit.

Di bidang matematika, penemuannya terhadap nilai phi lebih mendekati dari ilmuan sebelumnya, yaitu 223/71 dan 220/70 Archimedes adalah orang yang mendasarkan penemuannya dengan eksperiman. Sehingga, ia dijuluki Bapak IPA Eksperimental

Jengis Khan


Jengish Khan. Itulah nama seorang tokoh dunia yang berasal dari negeri Mongolia karena kejayaannya menguasai berbagai wilayah. Jenghis Khan juga dieja Genghis Khan, Jinghis Khan, Chinghiz Khan, Chinggis Khan, Changaiz Khan, dll, nama asalnya Temüjin, juga dieja Temuchin atau TiemuZhen, (sek. 1162 - 18 Agustus 1227) adalah khan Mongol dan ketua militer yang menyatukan bangsa Mongolia dan kemudian mendirikan Kekaisaran Mongolia dengan menaklukkan sebagian besar wilayah di Asia, termasuk utara Tiongkok (Dinasti Jin), Xia Barat, Asia Tengah, Persia, dan Mongolia. Penggantinya akan meluaskan penguasaan Mongolia menjadi kekaisaran terluas dalam sejarah manusia. Dia merupakan kakek Kubilai Khan, pemerintah Tiongkok bagi Dinasti Yuan di China.

Kehidupan awal

Jenghis Khan dilahirkan dengan nama Temüjin sekitar tahun 1162 dan 1167, anak sulung Yesügei, ketua suku Kiyad (Kiyan). Sedangkan nama keluarga dari Yesügei adalah Borjigin (Borjigid). Temujin dinamakan seperti nama ketua musuh yang ditewaskan ayahnya. Temujin lahir di daerah pegunungan Burhan Haldun, dekat dengan sungai Onon dan Herlen. Ibu Temujin, Holun, berasal dari suku Olkhunut. Kehidupan mereka berpindah-pindah layaknya seperti penduduk Turki di Asia Tengah. Saat Berumur 9 tahun, Temujin dikirimkan keluar dari sukunya karena ia akan jodohkan kepada Borte, putri dari suku Onggirat.

Ayah Temujin, Yesugei meninggal karena diracuni suku Tartar tepat pada saat ia pulang setelah mengantar Temujin ke suku Onggirat. Temujin pun dipanggil pulang untuk menemui ayahnya. Yesugei memberi pesan kepada Temujin untuk membalaskan dendamnya dan menghancurkan suku Tartar di masa depan. Kehidupan Temujin bertambah parah setelah hak kekuasaannya sebagai penerus kepala suku direbut oleh orang lain dengan alasan umur Temujin yang masih terlalu muda. Temujin dan keluarganya diusir dari sukunya karena ia ditakuti akan merebut kembali hak kekuasaannya atas suku Borjigin. Hidup Temujin dan keluarganya sangat menderita. Dengan perbekalan makanan yang sangat terbatas, Ia dan adik-adiknya hidup dengan cara berburu. Pada saat ia menginjak remaja, kepala suku Borjigin mengirimkan pasukan untuk membunuh Temujin. Temujin berhasil tertangkap dan ditawan oleh musuhnya, namun ia berhasil kabur dari tahanan dan dengan pertolongan dari orang-orang yang masih setia kepada Yesugei. Pada saat menginjak dewasa, Temujin berjuang dan mengumpulkan kekuatannya sendiri.

Latar perjuangan : Menyatukan Mongolia

Temujin mempunyai teman baik yang juga merupakan saudara angkatnya, yang bernama Jamukha. Ia pernah berkali-kali ditolong oleh Jamukha, yang merupakan keturunan dari suku Jadaran. Bersama-sama dengan saudara angkatnya, Temujin berhasil merebut kembali hak kekuasaannya atas sukunya dan juga perserikatan Mongolia yang didirikan ayahnya dahulu. Waktu demi waktu, wilayah Temujin menjadi semakin besar, yang dilakukan dengan cara menghancurkan musuh-musuhnya dan menggabungkan suku-suku dalam perserikatan Mongolia. Musuh terbesar Temujin dalam sejarah ternyata adalah saudara angkatnya sendiri, Jamukha, yang sering mengadu-domba Temujin dengan suku-suku lainnya, termasuk ayah angkat Temujin sendiri yang bernama Wang Khan. Setelah Temujin berhasil menyisihkan musuh-musuhnya dan melaksanakan perintah almarhum ayahnya, Yesugei, ia kemudian juga berhasil membalaskan kematian nenek-moyangnya, yang dibunuh oleh kerajaan Jin. Temujin kemudian diangkat menjadi Khan dengan gelar Jenghis Khan; yang artinya "Khan dari Segala-galanya".

Memerangi kerajaan Jin

Nenek-moyang kerajaan Jin berasal dari suku Jurchen. Suku Jurchen berhasil menguasai wilayah utara China selama lebih dari 100 tahun. Hal ini akan menjadi kesulitan besar untuk Jenghis Khan dalam menunaikan tugasnya. Kerajaan Jin memiliki jumlah pasukan yang hampir mendekati jutaan jiwa (lebih dari 10 kali lipat dari pasukan Jenghis Khan pada waktu itu). Mereka hidup aman dibalik tembok kerajaan yang besar dan susah untuk diserang. Jenghis Khan berhasil meruntuhkan semangat perang dan kekuataan kerajaan Jin dalam berbagai peperangan. Salah satunya adalah perang di Tebing Serigala Liar, dimana Jenghis Khan yang hanya memiliki pasukan tidak lebih dari 100.000 tentara berhasil membabat pasukan musuh yang besarnya lebih dari setengah juta jiwa. Kejayaan Jenghis Khan terbukti dari keberhasilannya dalam merebut ibukota kerajaan Jin, Dadu, yang sekarang ini menjadi Beijing. Para seniman (artis), ahli senjata (terutama ahli senjata berat/siege weapon), dan barang berharga, semuanya dibawa kembali ke Mongolia sebagai budak dan rampasan perang.

Invasi ke Timur Tengah

Sejarah mencatat invasi yang dipimpin oleh Jenghis Khan sendiri dengan ratusan ribu tentara terpilih ke kerajaan Khawarizmi yang pada waktu itu menguasai seluruh wilayah Timur Tengah diawali dengan pedagang Mongolia yang dibunuh dan harta mereka dirampas oleh panglima Khawarizmi yang serakah. Keserakahan itu membawa bencana bagi bangsanya. Jenghis Khan berhasil menawan dan menghukum mati panglima tersebut dengan cara menuangkan logam panas ke matanya. Kerajaan Khawarizmi menderita kerugian yang tidak terhitung. Amarah Jenghis Khan bertambah setelah cucu kesayangannya terbunuh.

Populasi rakyat Timur Tengah berkurang hingga 1/10, dan wilayah Mongolia pun bertambah luas sampai kebagian barat benua Asia. Sejarah pernah mencatat bahwa pada saat Jenghis Khan mundur kembali ke Mongolia, ia sempat memerintahkan dua jendral terbaiknya, Jebe dan Subotai Baatur untuk menyelidiki daerah barat dan membasmi sisa musuh sampai ke wilayah Russia. Jebe dan Subotai pernah menginjak daratan Eropa pada saat itu, dan mengalami konfrontasi dan menghancurkan pasukan Salib yang hendak menyerang wilayah Arab. Sumber konfrontasi itu diperkirakan terjadi karena pasukan Salib dari Eropa mengira pasukan Mongol adalah pasukan Arab. Wilayah Timur Tengah kemudian dibagi-bagi dan dikuasai oleh putra-putra Jenghis Khan.

Akhir hidup Jenghis Khan

Jenghis Khan yang sudah berumur tua dipaksa untuk memimpin pasukan untuk menghancurkan kerajaan Abbasiyah untuk kesekian kalinya, namun ketidak-cakapan para pasukan dan seringnya melakukan mabuk-mabukan memperlemah pasukan militernya. Ia meninggal dalam perjalanan dan dirahasiakan oleh panglima-panglima setianya sampai musuh berhasil ditaklukan. Kuburan Jenghis Khan dirahasiakan agar tidak dirusak oleh orang lain. Kekuasaan Mongol diwariskan kepada putra ketiganya, Ogodai Khan. Alasan Jenghis Khan menunjuk putra ketiganya untuk meneruskan tahta warisnya, disebabkan oleh keahlian yang dimiliki Ogodai Khan dalam bernegoisasi, memimpin negara dan sifatnya yang tidak sombong (tidak seperti kedua kakaknya yang sering bertempur satu sama lain). Mongolia setelah Jenghis Khan

Ogodei Khan

Ogodei Khan bukan hanya berhasil dalam mempertahankan wilayah Mongolia yang telah dibangun oleh ayahnya, namun ia berhasil memperluas kekuasaannya dengan menghancurkan kerajaan Jin untuk terakhir kalinya, serta memerintahkan panglimanya untuk memperluas kekuasaan di wilayah Eropa. Wilayah Russia, Polandia, serta Hungaria berhasil dikuasai oleh Mongolia. Pasukan gabungan yang dipimpin oleh Henry dari Silesia tergabung dari pasukan Hungaria, Polandia, dan Jerman (Kekaisaran Suci Romawi) yang terdiri dari pasukan Teutonik terbantai tak bersisa dalam perang di Leignitz. Sejarah Eropa mencatat kekejaman dan teror besar yang dilakukan oleh kerajaan Mongolia atas rakyat Eropa. Pasukan Mongolia baru menghentikan perluasan wilayah mereka di Eropa setelah mendengar kematian Ogodei Khan. Negara-negara Eropa memilih untuk memberikan upeti kepada kerajaan Mongolia daripada mengambil resiko untuk melawan Mongolia. Eropa bahkan memohon bantuan Mongolia untuk menghancurkan Arab.

Batu Khan

Setelah kematian Ogodei Khan, Mongolia dikuasai oleh Batu Khan yang memiliki visi lain dalam memperluas kerajaan Mongolia. Ia mengirimkan pasukan untuk menguasai tanah Arab yang sebelumnya dikuasai oleh Eropa, seperti Damaskus dan kota-kota lainnya. Pasukan Eropa mengirimkan bantuan pada saat mereka merebut kota Yerusalem. Pasukan Mongolia tercatat dalam sejarah memperluas kekuasaannya sampai ke wilayah Mesir. Setelah kematian Batu Khan, pasukan Mongolia menghentikan agresi militernya ke arah barat.

Kubilai Khan

Ia adalah cucu dari Jengis Khan. Mongolia pada saat kekuasaan Kubilai Khan berhasil memperluas wilayah sampai seluruh China, Korea, Burma, Vietnam, dan Kamboja. Pasukan Mongolia pernah melakukan agresi militer ke Jepang dan Jawa (Kerajaan Singasari), namun tidak berhasil.

Tokoh Dunia Bulutangkis Indonesia : RUDI HARTONO


Cita-citanya sebagai dokter kandas oleh kegemarannya bermain bulutangkis. Toh kepiawaiannya dalam olahraga tepuk bulu ini malah mengantarkannya ke puncak prestasi sebagai juara All England delapan kali, dan bersama tim Indonesia merebut Piala Thomas pada tahun 1970, 1973, 1976, dan 1979. Sempat menjadi perdebatan siapa yang paling pantas dinobatkan sebagai olahragawan terbesar dunia di penghujung abad ini oleh Majalah Time. Bukan karena apa-apa, melainkan karena dua-duanya sama-sama hebat. Mereka adalah Muhammad Ali, petinju legendaris yang dijuluki The Greatest asal AS, dan Pele, algojo bernomor punggung 10 yang dikenal dengan si raja bola dari Negeri Samba, Brasil. Di tingkat dunia orang boleh berantem dulu sebelum sepakat, tetapi di Tanah Air tentu semua sepakat pada satu nama sebagai olahragawan terbesar Indonesia abad ini. Rudy Hartono Kurniawan, juara tunggal putra delapan kali All England, sebuah kejuaraan bulutangkis paling bergengsi.

Lahir pada 18 Agustus 1949 sebagai Nio Hap Liang, ia merupakan putra ketiga pasangan Zulkarnain Kurniawan dan Nyonya Zulkarnain Kurniawan. Dua kakak Rudy adalah Freddy Harsono dan Diana Veronica. Sedang kelima adiknya adalah Jeanne Utami, Eliza Laksmi Dewi, Ferry Harianto, Tjosi Hartanto, serta Hauwtje Hariadi. Keluarga besar ini tinggal di Jl. Kaliasin 49, sekarang Jl. Basuki Rachmat di kawasan pertokoan di pusat kota Surabaya. Rumah tinggal ini juga dijadikan tempat usaha jahit-menjahit pakaian pria. Usaha lainnya adalah sebuah perusahaan pemerahan susu sapi di dekat Wonokromo.

Seperti halnya bocah lain, Rudy kecil juga tertarik pada hampir semua cabang olahraga. Cabang olahraga yang digemarinya seolah mengikuti jenjang sekolahnya. Sewaktu SD ia sangat gemar renang, saat SMP ia berpindah suka voli, lalu di SMA ia dikenal sebagai pemain bola yang andal. Ia juga getol renang dan bermain sepatu roda. Tapi di antara berbagai jenis olahraga itu bulutangkis adalah yang paling dia minati.

Pada usia sembilan tahun Rudy sudah mulai memperlihatkan bakatnya pada olahraga tepuk bulu ini. Tetapi ayahnya baru mulai meliriknya ketika Rudy berusia 11 tahun. Ayahnya juga seorang pemain bulutangkis pada masa mudanya. Masa-masa itu Zulkarnain sudah bermain di kompetisi kelas I di Surabaya. Mula-mula ia bermain di Persatuan Bulutangkis Oke yang didirikannya sendiri tahun 1951. Pada tahun 1964 perkumpulan ini bubar dan Zulkarnain pindah ke perkumpulan Surya Naga. Di sini ia diminta mengasuh pemain-pemain muda.

Dalam melatih didikannya Zul berpedoman pada empat hal, yaitu kecepatan, napas panjang, kestabilan bermain, dan agresivitas. Karena itu semua anak asuhnya diwajibkan mengikuti latihan atletik, terutama lari jarak pendek dan jauh. Juga latihan lompat-lompatan, kucing-kucingan, dan macan-macanan. Di perkumpulan Oke yang didirikan ayahnya itu Rudy mulai berlatih lebih terarah, setelah sebelumnya cuma kebagian latihan di jalan. Ya, di jalanan, di atas aspal yang kasar dengan batu-batu yang menonjol di sana-sini, di depan kantor PLN Surabaya, dulu disebut Jalan Gemblongan," akunya dalam bukunya Rajawali Dengan Jurus Padi (1986).

Di situ Rudy berlatih pada hari Minggu saja, pagi hari sampai pukul 10.00. Merasa sudah mulai bisa memukul, Rudy mengikuti kompetisi di Surabaya. Dari kampung ke kampung di luar malam hari dengan penerangan sorot lampu petromaks.

Setelah berpindah ke PB Oke milik ayahnya, jadwal latihan Rudy mulai teratur. Ia mengasah keterampilan di gudang kereta api atau balai pertemuan yang kiri-kanannya dikelilingi oleh kereta api, di PJKA Karangmenjangan. Ia sendiri merasa senang bermain di gedung dekat tempat kereta api itu. "Di situ saya latihan sampai malam. Ada lampu. Lantainya juga disemen, tidak begitu bagus tetapi lumayanlah. Dan lagi di sebelah gedung itu ada warungnya. Kalau kami lapar, langsung makan-minum. Dan namanya anak, kadang-kadang kami lebih suka makan dan minumnya daripada main bulutangkis," kenangnya.

Setelah digembleng selama beberapa saat, Rudy hengkang ke perkumpulan Rajawali yang banyak melahirkan pemain bertaraf internasional. Pada waktu berlatih di PB Rajawali itu ia merasa memiliki catatan prestasi yang baik. Namun tanpa melupakan peran besar ayahnya ia mengakui kemajuan pesat dalam bidang teknis dan taktis bulutangkis baru diperoleh ketika memasuki Pemusatan Latihan Nasional Thomas Cup pada akhir tahun 1965.

Habis itu, ibarat sebuah benda angkasa, prestasinya melesat begitu cepat. Ia sudah ikut dalam perebutan kejuaraan bergengsi Piala Thomas tahun 1967. Setahun kemudian pada usia 18 tahun mahkota pertama All England ia raih setelah memukul andalan Malaysia Tan Aik Huang dengan skor 15-12 dan 15-9. Sejak itu setiap tahun secara berturut-turut sampai tahun 1974 Piala yang menjadi lambang supremasi bulutangkis tunggal putra itu seolah jadi miliknya (Rekor itu hingga kini belum terpecahkan).

Namun, di atas langit ternyata masih ada langit. Di tahun 1975 musuh bebuyutannya, Svend Pri merebutnya. Toh, piala itu kembali direnggut Rudy di tahun 1976. Bersama regu Indonesia, Rudy memboyong Piala Thomas tahun 1970, 1973, dan 1976. Dalam kejuaraan dunia resmi perorangan tahun 1980 pun ia juara tunggal putra. "Tak pelak lagi, selama masa jayanya Rudy Hartono merupakan pemain tunggal terbesar di dunia. Ia unggul dalam semua segi, keterampilan, kesegaran, dan taktik. Rekornya sebagai juara All England tujuh kali berturut-turut dan delapan kali dalam waktu sembilan tahun (1968 - 1976) sudah cukup berbicara," kata Stuart Wyatt, Presiden Persatuan Bulutangkis Inggris.

Deretan prestasi itu barangkali menjadi gambaran cara bermainnya yang cerdas dan berciri speed and power game. Gerakannya anggun dalam menutup lapangan. Ia agaknya tahu betul kapan harus bermain reli dan kapan harus bermain cepat. Ia juga tak mengobral smes, tapi begitu senjata pamungkas ini dilancarkan, lawan nyaris tak berkutik.

Di masa jayanya namanya seolah menjadi jaminan. Ia hampir tak pernah kalah. Bahkan saat ketinggalan angka mencolok pun, orang tetap yakin pada akhirnya kemenangan akan tetap dia raih. Bisa jadi karena itulah orang-orang Inggris lantas menjulukinya sebagai wonder boy.

Rahasia kemenangan

Banyak yang ingin tahu rahasia kemenangannya. Berdoa! Ia mengaku, doa menguatkan mental dan iman. "Berdoa bukan saja sebelum bertanding, tetapi pada saat pertandingan sedang berjalan. Berupa ucapan-ucapan tertentu yang bisa membangkitkan semangat dalam jiwa dan pikiran. Untuk setiap angka yang diperoleh dalam setiap pertandingan ia bersyukur "Tuhan, terima kasih atas angka ini. Begitu terus-menerus, sampai angka habis dan pertandingan berakhir," tuturnya dalam biografi yang disusun oleh Alois A. Nugroho itu.

Ia mengatakan hal itu lantaran yakin akan ungkapan "Manusia berusaha, Tuhan menentukan". "Dan ini saya lakukan hampir di semua pertandingan besar, terutama di All England. Bagi saya, hal ini sungguh-sungguh, 'Manusia berusaha, Tuhan menentukan'. Dan berdasarkan itu saya mempunyai satu keyakinan: kalau kita kalah itu memang wajar, sedang kalau kita menang itu Tuhanlah yang menghendaki. Kekalahan itu wajar karena kekalahan memang harus dialami oleh setiap pemain sebagai manusia. Inilah yang sedikit banyak mengurangi ketegangan dalam permainan, mengurangi ketakutan dan kekecilan hati," tuturnya.

Secara jujur pendekar bulutangkis ini mengaku, All England seperti menyihirnya sehingga setiap kali terjun di dalamnya ia selalu datang dengan gairah baru. "Aneh," katanya. Tahun 1968 ketika pertama kali berlaga di arena ini ia terdorong untuk mengikuti jejak Tan Joe Hok. Tahun 1969 pemuda jangkung itu ingin membuktikan menjadi orang Indonesia pertama yang menjuarai All England dua kali berturut-turut. Sementara di tahun 1970 ia menginginkan menjadi juara All England tiga kali berturut-turut. Sebab kalau sampai ini berhasil ia akan memperoleh piala tetap. "Jadi seakan-akan di All England saya ditugaskan untuk menciptakan rekor lagi, rekor lagi, rekor lagi," ungkapnya.

Salah satu musuh bebuyutan Rudy di arena ini adalah Svend Pri, pemain kawakan asal Denmark. Kendati tidak istimewa benar, Pri kerap jadi momok. Permainannya sering mengejutkan dan membikin lawan kehabisan akal. Namun Rudy punya cara untuk meredam yakni dengan bermain cepat yang ditunjang oleh daya tahan prima. "Itulah modal yang saya pakai, yaitu saya harus mengambil inisiatif lebih dulu. Melawan pemain sekaliber Svend Pri kita tidak boleh memberi hati. Sedikit saja kita lengah dan memberinya kesempatan untuk mengembangkan permainan, bisa habis kita."

Walaupun punya "senjata" untuk melawannya, toh jejak langkahnya di All England sempat terganjal oleh Pri di tahun 1975. Dalam permainan yang ketat dan menegangkan Pri menghentikan langkah Rudy dengan straight set 15-11 dan 17-14. "Saya akui bahwa permainan Pri baik sekali. Dia sudah mempersiapkan diri sungguh-sungguh. Sudah sepuluh tahun dia berpartisipasi di All England dengan target menjadi juara, baru kali itu Pri berhasil," kata Rudy soal kemenangan Pri.

Pri, pemain stylish yang kocak dan urakan itu memang punya smes overhead yang mematikan, walaupun mentalnya suka angin-anginan. Prinsip permainannya adalah "rebut set pertama, lepaskan set kedua, forsir set ketiga". Pada Piala Thomas, kejuaraan dunia bulu tangkis beregu tahun 1973 di Istora Senayan, Jakarta, Svend Pri lagi-lagi mempecundangi Rudy. Waktu itu Indonesia mengalahkan Denmark dengan skor 8-1 dan berhasil memboyong Piala Thomas. Ironisnya, Rudy menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang dikalahkan kubu Denmark. Menurut Rudy, kekalahan ini merupakan kekalahan yang paling menyakitkan selama kariernya bermain bulutangkis.

Rudy tampaknya sadar bahwa berbagai juara yang ia raih berkat usaha banyak pihak. Termasuk para pemijat yang selalu dibawa tim Indonesia. Soalnya, di daerah yang berhawa dingin otot mudah sekali kejang. Letih sedikit saja, asam laktat mudah menumpuk di tempat-tempat tertentu. Untuk menyalurkan asam laktat ini ke dalam aliran darah, pijat otot menjadi sangat penting.

Soetrisno, mantan pemijat Rudy di berbagai kejuaraan, mengaku, sehabis pertandingan pemain memang perlu dipijat. "Bahkan sehabis saya pijat Rudy sering ketiduran sampai pagi," aku Soetrisno. Bagi mantan dosen FPOK Jakarta yang mengajar praktik pijat ini Rudy adalah atlet yang patut dicontoh. Menurut dia, Rudy sangat disiplin dalam menjalani latihan sehingga dalam setiap pertandingan ia yakin Rudy pasti bisa mengatasinya.

Di samping faktor teknis yang mengiringi setiap pertandingan, kadang muncul sisi nonteknis yang tak terduga yang bisa membuat kikuk. Rudy tampaknya tak siap. Ini terjadi ketika sebagai juara All England ia harus memberikan sambutan dalam bahasa Inggris. Untung ia "diselamatkan" oleh Ferry Sonneville yang membikinkan teks sambutan. Kekagokan juga muncul saat menghadiri acara jamuan makan. "Setiap mau menghadiri jamuan makan, saya merasa ngeri menghadapi begitu banyak macam sendok. Ada sendok makan, sendok sup, sendok buah, sendok teh, belum lagi pisau roti dan garpu. Kok semakin repot amat menjadi seorang juara," akunya.

Aspek nonteknis lain muncul ketika secara tak terduga ia bersama Poppy Dharsono main dalam film Matinya Seorang Bidadari (1972). Kehebohan muncul ketika dalam salah satu adegan ia terlihat bermain hot di depan kamera. "Saya menyesal lantaran kurang berpikiran panjang, walaupun sebelumnya saya kira itu cuma sekadar variasi," papar penggemar film ini.

Langkahnya di percaturan bulu tangkis surut menyusul kekalahannya di semifinal All England 1981 oleh pebulutangkis India Prakash Padukone. "Saya menyadari, sebagai pemain saya tidak bisa berbuat banyak lagi," tulisnya. Setelah itu Rudy yang namanya terpatri dalam buku Gunness Book of World Records, 1982, tetap berurusan dengan olahraga yang telah membesarkannya, walaupun di luar arena. Olahragawan terbaik versi SIWO/PWI tahun 1969 dan 1974 ini menjadi ketua bidang pembinaan PBSI periode 1981 - 1985.

Rudy yang sempat kuliah di Fakultas Ekonomi Trisakti, Jakarta, pun mengembangkan bisnis. Mula-mula bisnis susu di Sukabumi, lantas juga bisnis alat-alat olahraga, dengan mengageni merk Mikasa, Ascot, dan Yonex. Kemudian lewat PT Havilah Citra Footwear yang didirikan tahun 1996, ia memasok berbagai keperluan olahraga ke berbagai instansi. Belakangan suami dari Jane Anwar ini mendirikan PT Petrari Persada, perusahaan jasa informasi.

Kiprahnya di dunia bulutangkis mendorong United Nations Development Programme (UNDP) menunjuk Rudy sebagai goodwill ambassador (duta kemanusiaan) untuk Indonesia. UNDP adalah lembaga yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)yang berupaya memberantas kemiskinan, melestarikan lingkungan hidup, dan memberdayakan wanita.

Di mata UNDP, sosok Rudy memenuhi kualifikasi sebagai duta kemanusiaan. Sportivitas dan kerja kerasnya untuk menjadi nomor satu di dunia badminton pantas diteladani generasi muda. "Ia adalah sosok yang patut dijadikan contoh, role model," kata Ravi Rajan, Resident Representative UNDP di Indonesia (Gatra 8 November 1997). Sang maestro itu kini tak lagi mengelebatkan raketnya di udara. Usia dan kondisi kesehatannya tak lagi mengizinkan. Bahkan usai menjalani operasi penyempitan pembuluh darah pada jantungnya di Australia tahun 1988, ia berolahraga jalan kaki di sekitar tempat tinggalnya. Namun, yang pasti dedikasinya pada bulutangkis tak pernah mati.

Bapak Kedokteran Dunia


Abu Ali al Husain ibn Abdallah ibn Sina adalah nama lengkap Ibnu Sina, yang lebih dikenal sebagai "Aviciena" oleh masyarakat barat. Dia adalah salah seorang tokoh terbesar sepanjang zaman, seorang jenius yang mahir dalam berbagai cabang ilmu. Dialah pembuat ensiklopedi terkemuka dan pakar dalam bidang Kedokteran, Filsafat, Logika, Matematika, Astronomi, musik, dan puisi. Ibnu Sina dilahirkan pada tahun 980 M / 370 H di Afshinah, sebuah desa kecil tempat asal ibunya, di dekat Bukhara. Ayahnya, Abdullah, adalah seorang Gubernur Samanite yang kemudian ditugaskan di Bukhara. Sejak kecil ia telah memperlihatkan intelegensianya yang cemerlang dan kemajuan yang luar biasa dalam menerima pendidikan, ia telah hafal al-Qur'an pada usia 10 tahun.

Nama Ibnu Sina semakin melejit tatkala ia mampu menyembuhkan penyakit raja Bukhara, Nooh ibnu Mansoor. Saat itu ia baru berusia 17 tahun. Sebagai penghargaan, sang raja meminta Ibnu Sina menetap di istana, setidaknya sementara selama sang raja dalam proses penyembuhan. Namun Ibnu Sina menolaknya dengan halus. Sebagai imbalan ia hanya meminta izin untuk menggunakan perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Tujuannya adalah mencari berbagai referensi dasar untuk menambah ilmunya agar lebih luas dan berkembang. Kemampuan ibnu Sina yang cepat menyerap berbagai cabang ilmu pengetahuan membuatnya menguasai berbagai macam materi intelektual dari perpustakaan Kerajaan pada usia 21.

Setelah ayahnya wafat, ia meninggalkan Bukhara karena gangguan politik dan pergi ke kota Gorgan, yang tekenal dengan kebudayaannya yang tinggi. Dia diundang dengan tulus oleh Raja Khawarizm, pelindung besar kebudayaan dan pendidikan. Di Gorgan ia membuka praktek dokter, bergerak dalam bidang pendidikan, dan menulis buku. Setelah itu, Ibnu Sina melanjutkan lagi perjalannya, antara lain ke Kota Ravy dan Kota Hamadan.

Sampai kini ilmunya yang ditulis dalam buku "Al Qanun Fi al-Tib" tetap menjadi dasar bagi perkembangan ilmu kedokteran dan pengobatan dunia. Karena itu Ibnu Sina menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan ilmu kedokteran dunia. Bukunya "Al Qanun" "diterjemahkan" menjadi "The Cannon" oleh pihak Barat, yang kemudian menjadi rujukan banyak ilmuwan abad pertengahan. Buku itu diantaranya berisi eksiklopedia dengan jumlah jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan. Bahkan diperkenalkan penyembuhan secara sistematis dan dijadikan rujukan selama tujuh abad kemudian (sampai abad ke-17).

Ibnu Sina meninggal pada tahun 1073 atau tanggal 1 Ramadhan 428 Hijriah di usianya yang ke-58, saat ia kembali di kota yang disukainya, Hamadan, Iran. Walau ia sudah meninggal, namun berbagai ilmunya sangat berguna dan digunakan untuk mengobati berbagai penyakit yang kini diderita umat manusia.

Sumber : www.iptek.net.id

Samuel Morse


Sebelum telepon, komputer dan telegraf ditemukan, manusia membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dalam menyampaikan pesan sampai di tujuan. Samuel Morse, mendapat julukan "Leonardo-nya Amerika", karena selain terkenal sebagai penemu pesawat telegraf dan sandi morse (sandi yang terdiri dari titik dan garis) yang terkenal, dia juga merupakan seorang seniman yang ulung dan seorang politikus. Walau demikian, dia bukanlah politikus yang handal, dan karya seninya tidak dapat menembus zaman, tidak seperti yang dimikili oleh Leonardo da Vinci. Akan tetapi, itulah julukan yang diberikan oleh para kolumnis yang mengomentari tentang Amerika dan Morse.

Samuel Finley Breese Morse, itulah nama lengkap Morse. Ia dilahirkan pada tanggal 27 April 1791 di Charlestown, luar kota dari Boston, Massachusetts. Sejak berumur empat tahun, Morse sangat tertarik pada menggambar. Saat berumur empat tahun, dia menggambar wajah gurunya di laci. Saat menginjak 14 tahun, dia mengumpulkan uang saku dengan menggambar teman-temannya dan orang-orang di kota.

Saat belajar di Yale College pun, Morse bukanlah siswa yang berdeda dengan yang lain, dan ketertarikannya timbul saat mengikuti kuliah tentang perkembangan terbaru tentang kelistrikan, akan tetapi dia tepat merasa lebih nyaman bila menggambar potret-potret miniatur. Suatu saat, dia mengirim surat kepada orang tuanya, bahwa dia ingin menjadi pelukis. Ayah dan ibunya khawatir bila dia tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya dengan menjadi seorang pelukis, jadi mereka menyuruhnya untuk menjadi penjual buku. Akhirnya Morse bekerja sebagai penjual buku, tetapi pada malam harinya dia tetap melukis. Akhirnya, orang tuanya menyadari akan kecintaannya terhadap seni, dan mereka mencari mengumpulkan uang untuk menyekolakannya di sekolah seni di London.

Saat Samuel Morse berada di Royal Academy di London, gurunya selalu mengatakan bahwa dia belum menyelesaikan pekerjaannya. Dia memiliki sekitar duapuluhan gambar yang belum selesai, tetapi dia tidak memiliki satu pun gambar yang selesai. Morse tetap melakukan hal ini hingga gurunya mengingatkan bahwa yang dia lakukan salah. Di kelas, dia membuat model Herkules yang terbuat dari tanah liat. Profesornya sangat menyukainya, dan menyuruh Morse untuk mengikutkannya pada sebuah kontes. Dia berhasil memenangkan medali emas. Akhirnya, Morse berhasil menemukan apa yang terbaik untuk dirinya. Dia mulai menggambar foto-foto orang-orang di Eropa.

Pada tahun 1818, dia menikah, dan kemudian memiliki dua orang putra dan seorang putri. Ternyata hidup tidaklah mudah. Tidak seorangpun yang memberinya uang atas gambar diri mereka, dan akhirnya Morse menjadi hampir tidak memiliki uang sama sekali. Pada tahun 1825, istrinya meninggal karena masalah jantung. Morse bahkan tidak mengetahui apa yang terjadi pada istrinya, dan kapan dia meninggal. Dia terlalu sedih dan membuat hampir menyerah untuk melukis. Setelah itu, Morse dan beberapa orang pelukis lainnya mendirikan National Academy, dan menjadi Presidennya yang pertama. Dia bekerja melukis dari pukul tujuh pagi hingga tengah malam. Empat lukisan dinding yang nantinya akan dilukis di ruangan bundar di Capitol, Amerika. Hanya empat seniman yang dipilih dan dia ingin menjadi salah satu dari mereka.

Akhirnya, dia tinggal bersama anak-anaknya dan kakak iparnya untuk melukis kembali di Eropa. Pada bulan oktober 1832, Morse dan keluarganya berlayar pulang dengan kapal bernama Sully. Morse mendengar percakapan tentang electromagnet yang baru ditemukan, dan kemudian mucul dalam benaknya konsep tentang telegaf elektrik. Pada tahun 1835, dia berhasil menciptakan model telegraf pertamanya, yang dioperasikan di gedung Universitas New York, tempat di mana dia mengajar seni. Karena miskin, dia membuat model tersebut dari bahan-bahan kasar seperti penyangga kanvas tua untuk memberdirikannya, bateray buatan sendiri, dan jam tua untuk menggerakkan kertas yang dimana garis dan titik akan direkamkan.

Pada tahun 1837, Morse mendapatkan dua orang partner yang membantunya mengembangkan telegrafnya. Yang satu adalah Leonard Gale, seorang professor sain di universitas New York yang memberikan saran-saran kepadanya, seperti bagaimana cara meningkatkan voltase dengan cara meningkatkan meningkatkan gulungan disekitar electromagnet. Satu lagi adalah Alfred Vail, seorang pemuda yang mememiliki keterampilan mekanik dan keluarganya memiliki perusahaan pengolah besi New Jersey, membantunya membuat model telegraf yang lebih baik.

Dengan pertolongan teman-teman barunya, Morse mengajukan paten untuk telegraf barunya pada tahun 1837, yang dijelaskannya termasuk sebuah sandi yang terdiri dari titik dan garis untuk mewakili angka-angka, sebuah kamus untuk mengubah angka-angka tersebut menjadi kata-kata, dan seperangkat jenis gigi gergaji untuk mengirim sinyal. Morse yang tidak puas dengan karir seninya, telah memberikan seluruh waktunya bagi telegraf.

Pada tahun 1838, dalam sebuah eksebisi tentang telegrafnya di New York, Morse mentransmisikan sepuluh kata per menit. Dia mneggunakan kamus angka-kata miliknya, dan menggunakan sandi titik-garis untuk menulis surat secara langsung. Walaupun kelak akan berubah secara detail, sandi Morse menjadi standar yang digunakan di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun kemudian, Morse memamerkan telegrafnya dikalangan orang-orang terpelajar, manusia-manusia karir, dan komite-komite dari kongres-kongres, dengan harapan akan mendapatkan dana untuk mengadakan test sekala besar bagi telegrafnya. Dia mendapatkan pertanyaan yang besar apakah pesan dapat benar-benar dikirim dari satu kota ke kota yang lain dengan menggunakan kawat.

Pada tahun 1843, dengan usahanya sendiri, tanpa pertolongan berarti dari rekan-rekannya, Morse akhirnya berhasil mendapatkan dana dari Congres untuk membangun kabel telegraf pertama di Amerika, dari Baltimore ke Washington D.C. Setelah Morse selesai merentangkan kawatnya, alatnya mampu bekerja dengan baik. Dan, sejak bulan mei 1844, jaringan telegraf elektrik antar kota pertama di dunia telah rampung. Setelah dua belas tahun dimana kebanyakan orang Amerika tidak menghiraukan usahanya untuk membangun telegraf, Morse secara cepat menjadi pahlawan Amerika.

Pada tahun 1846, perusahaan-perusahaan swasta menggunakan paten Morse, telah membangun jaringan telegraf dari Washington, mencapai Boston dan Buffalo, dan bahkan dikembangkan lebih jauh. Pada tahun 1847, dengan cukup uang yang didapatkannya dari telegraf, Morse membawa keluarganya bersama-sama ke rumah di pedesaan miliknya sendiri. Dia membeli 100 acre tanah di luar kota Poughkeepsie dan memberinya nama Locust Grove. Pada tahun 1848, Morse menikah untuk kedua kalinya, dengan seorang kerabatnya yang miskin, tuli dan bodoh, yang berumur 26 tahun. Morse menjelaskan bahwa dia memilih wanita itu karena wanita itu dapat mandiri darinya. Keluarga Morse tumbuh dengan tambahan beberapa orang anak.

Pada awal 1850-an, Morse kembali membangun Locust Grove dengan villa bermodel Italia. Di usianya yang ke-80, tepatnya tanggal 2 April 1872, Morse meninggal dunia di New York karena sakit pneumonia. Ia dimakamkan di pemakaman Greenwood, Brooklyn.


Louis Braille


Teman-teman pernah dengar huruf Braille? Iya benar, huruf Braille adalah huruf yang dibuat khusus untuk tuna netra. Hurufnya dibuat seperti titik yang timbul. Siapa ya yang membuatnya? Ya, yang membuatnya (menggagas) adalah Louis Braille, seorang berkebangsaan Perancis. Mau tahu biografi singkatnya? Baca terus artikel ini….

Louis Braille dilahirkan pada tahun 1809 di Coupvray, Perancis. Louis Braille merupakan anak seorang tukang kulit dan mempunyai penglihatan normal ketika kecil. Ketika berusia 3 tahun, ketika ia bermain-main di toko perlengkapan kuda ayahnya, matanya terkena salah satu peralatan kuda ayahnya. Akibat kejadian itu, sebelah matanya menjadi buta, kemudian infeksi pada matanya menyebabkan ia kehilangan penglihatan di kedua belah matanya.

Pada tahun 1816, ada sebuah kabar baik untuk Braille. Seorang kapten perang yang bernama Charles Barbier telah menemukan suatu metode menulis dengan menggunakan titik dan tanda garis. Metode tersebut biasa digunakan pada peperangan di malam hari. Metode tersebut sangat bagus, tetapi masih sulit untuk dipelajari. Braille muda menganalisa kekurangan dari metode tersebut. Ia menemukan bahwa pada metode tersebut, belum ada tanda baca dan notasi musik, dan memerlukan beratus-ratus titik dan garis untuk membuat satu kalimat.

Pada tahun 1819, ketika berusia 10 tahun, Louis Braille telah mendapat beasiswa untuk belajar di Paris di Institute Kanak-Kanak Buta. Ia tumbuh menjadi anak yang pintar dan termuda di antara 63 murid lainnya. Sekitar setahun kemudian, kepala sekolahnya diganti oleh kepala sekolah yang baru. Kepala sekolah yang baru ini lebih ramah dan baik pada murid-muridnya, terutama pada Louis Braille.

Penggasas Institute tersebut telah mendapat idea untuk membekalkan buku dengan huruf timbul untuk dibaca oleh orang buta. Buku-buku tersebut agak sukar dibaca, tebal dan mahal untuk dibuat, dengan setiap hurufnya sebesar 1 inci tingginya. Pada tahun 1821, seorang pegawai tentera telah membuktikan bahawa perutusan yang ditulis dengan titik dan tanda sengkang dapat ditekan di atas kertas tebal untuk kegunaan perhubungan ketenteraan pada waktu malam ketika dalam parit pertahanan.

Louis Braille memperbaiki sistem ini dan menulis buku berkenaan sistem braille pada tahun 1829 dan 1837. Pada permulaannya terdapat halangan oleh mereka yang tidak memahami keperluan orang buta, bagaimanapun Louis Braille sentiasa gigih menyebarkan tulisan braille. Sistem tulisan braille itu sentiasa diperelokkan dan sehingga kini terdapat pelbagai tanda untuk membolehkan penulisan untuk nota musik, bahasa Arab, bahasa Malaysia, metamatik, dan lain-lain dilakukan dan membolehkan buku-buku braille dicetak. Kini terdapat pencetak yang dapat mencetak buku-buku braille dengan pantas, tetapi masih belum berupaya untuk mencetak gambar untuk digunakan dalam buku-buku braille. Louis Braille menjadi seorang guru yang gigih di sekolahnya dan melalui usahanya beribu-ribu orang buta dapat membaca. Louis Braillemeninggal tahun 1852 disebabkan batuk kering 'Tuberculosis'.

Rudolf Diesel : Penemu Mesin Diesel



Teman-teman pernah mendengar mesin diesel bukan ? Nah, nama 'diesel' tersebut ternyata berasal dari nama penemunya. Mau tahu biografi singkatnya ? Rudolf Diesel lahir di Paris Perancis tanggal 18 Maret 1858. Rudolf merupakan pencipta mesin bertekanan panas yang dikenal dengan mesin diesel. Setelah lulus dari Politeknik Munich, Rudolf bekerja sebagai teknisi mesin pendingin pada Perusahaan mesin pembuat es Linde di Paris. Tahun 1890 dia pindah ke Berlin untuk mengelola perusahaan yang bergerak dalam bidang teknik perkantoran. Meskipun telah bekerja di kantoran, minatnya pada rancangan mesin tak pernah hilang dari ingatannya. Diesel mengerjakan sebuah gagasannya untuk membuat mesin panas yang efisien saat luang. Rancangan itu baru terwujud di tahun 1892 dan hak patennya keluar setahun kemudian.
Rancangan Diesel sangat efisiensi dibandingkan mesin yang ada pada saat itu. Mesin diesel tidak memerlukan pembakaran luar dengan mencampur udara dan bahan bakar yang ada di dalam mesin. Lebih dari itu, mesin ini dilengkapi dengan penekan udara dalam mesin silinder dan memanaskannya hingga ke mesin, tekanan udara tersebut akan berhubungan dengan udara yang ada sebelumnya diakhir tempo tekanan, tekanan inilah yang memanaskan mesin.
Hasilnya mesin diesel lebih kecil dan lebih ringan daripada mesin sebelumnya yang biasa digunakan pada kendaraan serta tidak menggunakan bahan bakar sebagai sumber pembakaran. Diesel ingin melihat rancangannya menjadi nyata, sebuah mesin yang handal. Untuk menyempurnakannya dia membutuhkan perusahaan besar untuk bekerjasama sebagai penyandang dana dalam pembuat mesin tersebut.
Setelah memperoleh rekan bisnisnya, dia langsung memproduksi sebuah mesin ujicoba dan prototipenya berhasil dibuat tahun 1893. Pada tes awal, hasilnya membahayakan, Diesel hampir tewas ketika salah satu mesinnya meledak. Namun hasil tes tersebut membuktikan bahwa bahan bakar dapat terbakar tanpa percikan bunga api. Dia bekerja dengan cekatan untuk memperbaiki model mesinnya dan berhasil melakukan ujicoba di tahun 1897.
Setahun kemudian, Diesel menjadi orang kaya raya. Mesin ciptaannya secara teoritis 75 persen lebih efisien sementara mesin lama memiliki tingkat efisien 10 persen dibandingkan mesin uap. Mesin diesel langsung digunakan sebagai tenaga untuk mobil, truk, dan kapal laut. Selain itu juga digunakan sebagai sumber tenaga listrik, jalur-jalur pipa, penyiram tumbuhan, pertambangan, pabrik-pabrik dan ladang minyak. Bahkan sampai saat ini mesin diesel masih dipakai dan menjadi konsep dasar bagi penemu-penemu lainnya.
Mesin diesel memiliki pengaruh besar dalam era revolusi industri, menyediakan tenaga yang lebih efisien dan lebih murah bagi beraneka ragam industri di seluruh dunia. Karena mesinnya tidak memerlukan pembakaran batu bara, sehingga perusahaan alat transportasi kereta dan kapal laut dapat menghemat banyak uang. tentu saja hal tersebut tidak menguntungkan bagi industri pertambangan batu bara dan peranannya pun mulai berkurang.
Pada 29 September 1913, Diesel menghilang dari kapal laut yang ditumpanginya menuju London. Mayatnya baru ditemukan dipantai beberapa hari kemudian. Misteri di balik kematiannya masih misterius sampai sekarang. Sebagian percaya mungkin dia bunuh diri, sementara lainnya berspekulasi bahwa dia dibunuh oleh pengusaha batu bara.
Sumber : Jakarta-RRI-Online

Penemu Dinamit, Pendiri Hadiah Nobel


Sebagian orang menyebutkan kedermawanan Nobel karena penyesalannya telah membuat barang yang dapat membunuh orang secara massal. Maka, untuk menebusnya, ia menyisihkan sebagian hartanya untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan perdamaian.

Alfred Bernhard Nobel lahir di Stockholm, Swedia, 21 Oktober 1833. Ia baru masuk sekolah pada usia 8 tahun. Baru setahun sekolah, ia ikut orangtuanya pindah ke St Petersburg, Rusia. Sang ayah, Immanuel Nobel, kemudian mendirikan pabrik torpedo dan ranjau.

Di tempat baru itu ia tidak lagi bersekolah melainkan belajar di rumah. Agar ia mendapat pengetahuan yang cukup, orangtuanya mendatangkan guru untuk mengajarnya. Pendidikan model itu ternyata cukup baik dan cocok dengan Nobel.

Pada usia 16 tahun, ia telah menguasai ilmu kimia. Ia juga mahir dalam berbagai bahasa seperti Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Swedia sebagai tanah kelahirannya. Dengan kemahirannya berbahasa itu, ia mencoba menulis puisi dan mengarang novel. Sayang, tidak selesai.

Tidak puas dengan ilmu yang didapatnya, ia pergi ke Paris untuk memperdalam ilmu kimia pada usia 17 tahun. Tahun berikutnya ia berangkat ke Amerika Serikat dan sempat menetap selama empat tahun di sana. Setelah itu ia kembali ke St Petersburg dan bergabung di perusahaan milik ayahnya.

Kepulangannya ke keluarganya itu bertepatan dengan terjadinya Perang Krim (1853-1856) antara Rusia melawan Inggris, Prancis, Turki, dan Sardinia. Torpedo dan ranjau produksi perusahaan ayahnya banyak dipergunakan dalam perang itu. Namun, ketika perang usai, Rusia tidak memerlukan lagi torpedo dan ranjau. Akhirnya, pabrik mereka pun bangkrut.

Setelah kebangkrutan itu, Nobel kembali ke Swedia dan mendirikan pabrik nitro gliserin, bahan peledak cair. Tahun 1864 pabrik itu meledak dan menewaskan lima orang karyawan termasuk adik Nobel, Emil. Pemerintah Swedia melarang Nobel untuk membangun kembali pabriknya di tempat yang sama.

Kejadian itu tidak membuat Nobel putus asa dan patah semangat. Ia kembali melakukan eksperimen penaklukan nitro gliserin. Tanpa sengaja, ia melihat nitro gliserin yang cair itu menetes ke tanah yang berkapur. Perpaduan antara nitro gliserin dengan tanah berkapur itu maka lahirlah dinamit yang cukup aman. Ia pun memproduksi dinamit dan menjadi kaya raya.

Namun, seiring dengan penggunaan dinamit sebagai senjata dalam peperangan yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban, Nobel pun menyesal. Akhirnya, dalam wasiatnya menyebutkan agar sebagian hartanya disumbangkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan perdamaian.

Anders Celsius (1701-1744)

Anders Celcius merupakan seorang ilmuwan yang terkenal dengan pengukuran "derajat celcius" nya. Ia lahir di Uppsala pada tahun 1701. Ayahnya seorang Profesor, yang bernama Nils Celcius. Sedangkan kakeknya, Magnus Celcius, adalah seorang Profesor di bidang astronomi. Karena kecerdasan dan bakatnya yang luar biasa di bidang matematika, Anders Celcius diangkat menjadi Profesor dibidang astronomi di usianya yang masih muda (tahun 1730).

Anders Celcius memulai perjalanan keilmuwannya pada tahun 1732. Ia hampir mengunjungi seluruh tempat observasi (penelitian), dimana ia bekerja dengan para astronom lainnya. Setelah ia kembali ke Uppsala, tepatnya tahun 1736, Anders Celcius mengikuti perjalanan (ekspedisi) bersama para astronom ke Tornea yang terletak di wilayah utara Swedia. Tujuan dari perjalanan tersebut adalah untuk mengukur besar derajat garis meridian (bujur), mendekati daerah kutub dan membandingkan hasilnya dengan perjalanan serupa ke Peru (saat ini Ekuador) yang letaknya dekat dengan garis ekuator. Perjalanan tersebut memperkuat keyakinan / teori Newton bahwa bentuk bumi adalah ellips dan pada kutubnya rata.

Awalnya Anders celcius tertarik pada masalah umum, yaitu 'berat' dan 'pengukuran', termasuk pengukuran suhu. Pada saat ia masih menjadi murid, terdapat banyak macam thermometer dengan ukuran yang berbeda. Kemudian Celcius berpikir dan menyadari bahwa saat itu dibutuhkan sebuah pengukuran yang dapat dipakai secara internasional. Akhirnya ia berhasil membuat pengukuran suhu yang dapat digunakan di daerah panas maupun dingin. Dan saat ini, sebagian besar orang menggunakan thermometer celcius untuk melakukan pengukuran suhu tubuh.

Celcius mempublikasikan sebagian besar hasil penelitian dan kerjanya di Perhimpunan Ilmuwan di Uppsala yang merupakan himpunan ilmu pengetahuan tertua di Swedia dan didirikan pada tahun 1710. Di perhimpunan tersebut, Celcius menjadi sekretaris dari tahun 1725 - 1744. Ia juga memimpin sekitar 20 disertasi dalam bidang astronomi. Kemudian ia menulis sebuah buku yang berjudul "Artihmetics for the Swedish Youth" tahun 1741.

Anders Celcius wafat karena penyakit TBC pada bulan april 1744 (pada usia 42 tahun). Makamnya berada dekat dengan kakeknya, Magnus Celcius di dekat gereja "Gamla Uppsala".

Penemu Mesin Uap


James Watt dikenal sebagai penemu mesin uap dan kondensor. Lahir pada tanggal 19 Januari 1736 di Greenock, Skotlandia.

Tahun 1755 pada usia 18 tahun, ia belajar membuat peralatan listrik dan kemudian pergi ke London untuk belajar lebih jauh.

Tahun 1757, diangkat sebagai pembuat peralatan mesin di Unversitas Glasgow.

Tahun 1763, seseorang yang bernama John Anderson meminta Watt untuk memperbaiki mesin uap yang didapatnya. Model mesin itu masih sangat sederhana dan kuno serta cara kerjanya tidak efisien. Sejak itu Watt terus mengembangkan cara terbaik untuk mengefisienkan mesin uap tersebut.

Tahun 1769, Watt membuat hak paten atas alat penerima dan penyimpan arus listrik yang dibuatnya.

Tahun 1776, ia membuat mesin dengan diameter silinder 127 cm untuk pompa air di Bloomfield Colliery. Pada tahun yang sama, ahli besi membuat jenis baru mesin bubut. Mesin bubut ini dapat membor silinder dan dibuat dengan sangat teliti.

Tahun 1778, Watt membuat mesin "Double-Acting". Dengan mesin ini ia memiliki kemajuan dengan mesin kekuatan ganda dengan berat yang sama dengan mesin sebelumnya.

Tahun 1782, mesin baru Watt mulai digunakan.

Tahun 1800 ia pensiun dan sudah menjadi orang yang sukses dan kaya.

Ia meninggal dunia pada tanggal 25 Agustus 1819 di Heathfield, England. Di tahun yang sama ketika ia meninggal, sudah berdiri 18 pabrik mesin uap di daerah Glasgow dengan 2800 alat.

Tahun 1882, 63 tahun setelah James Watt meninggal, sebuah organisasi di Inggris mengabadikan namanya menjadi satuan listrik. Saat ini kita dapat melihat pada bola lampu ada yang tertulis 5 Watt, 10 Watt, 25 Watt, dan seterusnya.